Eksklusivitas Blackberry

Hampir semua orang tahu apa itu Blackberry. Namun, belum tentu semua orang tahu apa itu iPhone atau pun Android. Baru dua kalimat, dan pasti apple fanboys ataupun tech-savvy android users sudah protes. Well, jangan protes dulu dan lanjutkan membaca ke paragraf berikut.

Blackberry adalah sebuah smartphone yang lekat dan sama terkenalnya dengan program Blackberry Messenger. Dan tidak dipertebatkan lagi, salah satu faktor penyebab hegemoni Blackberry di Indonesia adalah BBM. Akan tetapi, apakah BBM menjadi nilai lebih bagi Blackberry phones dalam kehandalan pending komunikasi, atau, eksklusivitas?

Menerawang lebih jauh ke belakang, sempat Indonesia menjadi pemimpin dunia sebagai pengguna Nokia Communicators terbanyak. Dan, setelah masa Nokia lewat, masuk masa Blackberry yang jauh lebih gegap gempita. Saya meragukan, sangat meragukan, apabila banyak anak berumur 6 tahun beberapa tahun yang lalu sudah asik bermain dengan communicator. Saya yakin, apabila sangat banyak anak berumur 6 tahun sekarang asyik chatting, fb, twitter, dll lewat blackberrynya.

Apa yang menyebabkan Blackberry meledak di Indonesia? Eksklusivitas. Namun bukan eksklusivitas yang sangat eksklusif, melainkan eksklusivitas yang meluas. Tentu mayoritas orangtua tidak akan rela membelikan telepon bagi anak SD yang harganya sama dengan telepon mereka. Itulah yang menyebabkan nokia communicators meledak, tapi tidak meledak seheboh blackberry. Orangtua bisa membelikan perangkat blackberry seharga 2 juta-an yang sudah lengkap dengan fitur multimedia untuk anak mereka, sementara mereka menggunakan perangkat yang lebih mahal, sebut saja 4 juta.

Bagaimana dengan iPhone? iPhone tidak lain seperti communicators yang benar-benar terbatas bagi kalangan tertentu. iPhone adalah contoh bagi perangkat yang terlalu eksklusif. Bagaimana dengan Android? Nilai eksklusivitas=0. Lalu, dalam eksklusivitas, diperlukan sebuah faktor pemersatu. BBM telah menjadi superglue yang tidak terbantahkan. BBM menjadi sebuah kebanggan sendiri dalam pergaulan masa kini dan pertukaran PIN BB sudah menyetarai pertukaran nomor telepon.

Dan satu hal lagi. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang pintar mencari alasan. Kita berdalih akan manfaat komunikasi dengan BBM yang “efektif”, “efisien”, dan “murah muriah”.Rasionalisasi-rasionalisasi tersebut menjadi “benteng” untuk “eksklusivitas meluas” Blackberry di Indonesia. Apalagi, harga paket data BB sangatlah bervariasi.

Bulan September iPhone terbaru akan diluncurkan dengan fitur iMessages yang menyerupai BBM. Tapi, kita belum tahu apakah peluncuran produk ini akan diikuti dengan variasi paket data. Bagaimana dengan ChatOn yang akan dirilis Samsung dan WhatsApp Messenger yang sudah terlebih dahulu ada? Mereka adalah program-program multi-platforms yang sangat membantu urusan komunikasi, yet, as stated before, they aren’t exclusive at all. Blackbery Messenger is what makes a Blackberry a Blackberry.

Advertisements
  1. Heii gw baru pertama denger istilah tech-savvy Android users hahaha. Wajar kalau orang kita gak tau Android, tapi mustahil rasanya gak tau iPhone. Paling enggak iPod udah sampai ke daerah-daerah lho.. Android? Sepupu gw di Denpasar aja gak tau.

    Btw, ide lo mirip punya gw, dan untungnya gw belom selesai, jadinya bisa gw ganti.
    Ada prediksi buat ChatON? Samsung mau menyediakan aplikasi ini buat semua devices lho, walaupun untuk featured phone hanya merk Samsung doang. Kalo gitu bisa dibilang nilai eksklusivitasnya 0, dan akankah sukses di Indonesia? 😀

    • Baru denger ya hahaha.

      Tuh udah jawab sendiri ChatON eksklusivitasnya 0. Lagipula orang Indo pintar2, terutama dalam rasionalisasi – bb gaul kan murah, unlimited, dan tidak bakal mendukung ChatON kecuali pakai BIS yang membuat “kanker” lol.

      • Bukan pintar, tapi pelit :p
        Sekarang bisa pakai BB Gaul, tapi nanti2 kalau misalkan mata orang-orang matanya udah kebuka dan pakai devices lain gimana?
        Btw gue cuma perlu 35 ribu sebulan buat whatsapp dan bisa internetan lho.. Sama aja kan kayak BIS?? =)) (lupakan elo yang nomornya nyangkut)

  2. Pelit lol. Makanya kan gw bilang “rasionalisasi”

  1. October 10th, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: