Archive for the ‘ Philosophy ’ Category

Kacamata Kuda untuk Kambing Hitam

Kacamata kuda adalah kacamata pada kuda yang digunakan untuk “memaksa” sang kuda fokus terhadap 1 hal, jalan yang akan dilaluinya. Oleh karena itu, kacamata kuda sering dijadikan kiasan bagi orang yang berpandangan sempit.

Kambing hitam tak lain adalah kiasan juga. Kiasan yang berarti seseorang, sekelompok orang, atau sesuatu yang disalahkan sebagai justifikasi bagi orang yang tidak mau disalahkan.

Jadi, apa itu kacamata kuda untuk kambing hitam?

Continue reading

Childish!

Childish, atau kekanak-kanakan, adalah sebuah hal yang sering masyarakat kritisi saat hal tersebut disandang orang yang dinilai tidak “pantas”. Namun, apakah definisi “pantas” itu sendiri? Sebuah hal yang sungguh subjektif. Maka, tak heran apabila definisi dari kekanak-kanakan itu sendiri juga amatlah bias.

Kalau sudah subjektif dan bias, untuk apa dibahas?  Saya yakini pendapat tersebut mencuat dari beberapa pembaca. Memang subjektif. Namun, ditengah-tengah kesubjektifan dan biasnya standar yang dikenakan, ada sebuah kesamaan universal terhadap definisi childish. Ada sebuah standar absolut terhadap pengertian kekanak-kanakan.

Continue reading

Paradoks Toleransi dalam Sosialisasi

Tentu kita semua mengetahui bahwa setiap manusia mencapai kedewasaannya pada saat yang berbeda-beda. Dan, mereka yang lebih lambat sudah jelas akan mengalami kesulitan dalam proses sosialisasi.

Tentu kita semua juga setuju bahwa diperlukan toleransi pada mereka yang perkembangan kedewasaannya lebih lambat. Kita harus saling membantu satu sama lain.

Namun, toleransi itu sendiri adalah paradoks. Apakah benar adanya, dengan toleransi tinggi, mereka yang kesulitan dapat mempercepat proses kedewasaannya? Ataukah sebaliknya, penjerumusan telah dilakukan?

Continue reading

Absolut dan Objektif

Tentu kita semua mengetahui bahwa objektivitas adalah komponen yang sangat krusial dalam sebuah pengambilan keputusan. Sebuah keputusan harus dibuat berdasarkan fakta-fakta yang ada, based on facts, bukan berdasarkan kepada perasaan pribadi yang sering kita sebut subjektivitas.

Namun, apakah hal tersebut sudah kita lakukan? Dan apakah sebuah keputusan yang diklaim objektif benar-benar objektif sepenuhnya?

Continue reading

Kompak dan Seragam

Menurut KBBI, kompak berarti bersatu padu. Sedangkan seragam menurut KBBI berarti satu ragam, corak, bentuk, dan sebagainya. Apakah definisi kedua kata mirip? Ya, tapi bukan berarti sama.

Continue reading