Teori Lempeng Tektonik

Teori lempeng tektonik merupakan penyempurnaan dari teori-teori sebelumnya mengenai terbentuknya permukaan bumi.

Ada dua lapisan, lapisan astenosfer dan litosfer yang mengambang diatasnya. Lapisan astenosfer bersifat plastis/liat dan mengandung zat radioaktif yang merupakan dasar pembentukan uranium.

Lapisan astenosfer merupakan dasar utama terjadinya lempeng tektonik. Seperti kita ketahui, lapisan litosfer terdiri atas lapisan SIAL (lempeng samudera) dan SIMA (benua dan anaknya). Akibat panas astenosfer, terpecahlah dan terbentuklah lempeng-lempeng yang disebut lempeng tektonik.

Ada tiga pergerakan lempeng tektonik:

  1. Pergerakan lempeng yang saling mendekat; akan menimbulkan palung karena mengalami penujaman dan dibagian belakangnya akan mendorong magam keluar dari perut kepermukaan (subdaksi (tekanan yang diakibatkan oleh penujaman lempeng tektonik. Contoh: pertemuan lempeng Indo-Australia – Eurasia))
  2. Pergerakan lempeng yan saling menjauh; mengakibatkan perengganganpermukaan bumi sehingga magma keluar (gejala vulkanis)
  3. Pergerakan lempeng saling melewati (sesar) sehingga menimbulkan getaran yang sangat besar dan menyebabkan terbentuknya patahan.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: